PENYEPUTAN NASKAH KUNO


Assalamualaikum
warahmatullahiwabarakatum
salam sejatera dan selamat pagi menjelang siang.

Nama saya hasan akan menceritakan perjalanan nyeput pada hari rabu 13 november 2019 melakukan perjalanan nyeput yang kedua kalinya ke Dusun suli, desa labulia, kecematan jonggat, kabupaten lombok tengah provinsi NTB.

Naskah-naskah kuno pada dasarnya merupakan kebudayaan lama yang perlu dikaji dan dilestarikan , terutama yang masih memiliki relevansi dengan perkembangan zaman. Dapat memberikan kekuatan daya tangkal terhadap pengaruh budaya luar yang negatif. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam naskah kuno penting diketahui sehingga lebih memperkaya wawasan kebudayaan kita, yang selanjutnya dapat memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Dengan pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai yang tertulis dalam naskah kuno dapat  menjalin saling pengertian di antara suku bangsa yang ada di Indonesia, sehingga dapat menghilangkan sifat etnosentris dan stereotype yang berlebihan dan menghindari prasangka sosial yang buruk.

Perjalanan saya dari rumah bersama temen-temen  untuk pergi menyeput ke rumah Mamiq Upik untuk melaksanakan penyeputan naskah kuno, sesampainya di sana saya dan temen-temen di ceritakan tentang naskah kuno, cara penulisan naskah, alat untuk menulis naskah dan daun lontar untuk menulis dan naskah yang turun temurun dari buyutnya yang berusia kira-kira sekitar 2000 tahun. Pas saya sudah diberitahu tentang itu saya lansung di suruh menutup mata dan hati harus tenang dan tidak usah memikirkan apa pun, dan saya di suruh mengambil sehelai naskah kuno atau sehelai daun lontar yang berisi tulisan kawi.



Singkat cerita, kami langsung melakukan jeputan. Apa itu jeputan ? Jeputan adalah memilih salah satu naskah kuno yang sudah di tulis menggunakan daun lontar.  Tradisi nyeput atau jeput sangat dipercaya oleh masyarakat suku sasak pada umumnya untuk menghasilkan masa depan. Karena believe system yang kuat dan kebutuhan metafisik dari orang sehingga tradisi nyeput ini sering digunakan. Jadi tradisi nyeput ini harus benar-benar di niatkan untuk menghasilkan masa depan tentunya. Sebelum jeputan dimulai istri mamiq menyediakan satu gelas air putih yang berisikan kembang kertas.


Dari hasil jeputan saya beliau menyimpulkan bahwa jeputan saya bermakna “ ketika kamu sudah menjadi orang yang sukses, ada hal baik dalam diri kamu. Dimana, kamu tidak akan lupa membantu orang yang membutuhkan bantuan mu, terutama dalam hal membantu teman dan sahabatmu”.

Setelah di bacakan kesimpulan hasil nyeput saya, kemudian mamiq Upik memanggil temen saya untuk bergantian melakukan penyeputan  setelah beberapa temen saya melakukan penyeputan kami berbincang tentang kisah Mamiq Upik  bisa membaca dan menulis huruf kawi dan sebelum kami pulang kami di suruh mencelupkan jari ke dalam gelas yang berisi kembang dan di usap ke mata agar pas pulang mata kita tidak buram dan tidak melihat hal-hal yang negatif di jalan  dan selamat sampai rumah masing-masing.

Demikian hasil dari perjalanan nyiput saya sama teman-teman dan terima kasi atas teman atau saudara yang telah baca

Komentar

  1. Tulisan yg sangat menyentuh,dn memberikan spirit utk tetap berjuang

    BalasHapus
  2. Informasi yg sgt bermanfaat..semoga dapat di kembangkan lagi

    BalasHapus
  3. Cara Penulisan dan bahasanya mungkin lebih ditata lagi karena masih ada beberapa kata yg kurang sesuai dengan EYD, kemudian untuk informasi naskah kuno bisa ditambahkan lagi karna menurut pembaca, informasi untuk naskah kuno yg didpilih masih kurang, but overall sudah mantap lah😁

    BalasHapus
  4. Semangat💪 semoga sukses bermanfaat😊

    BalasHapus
  5. Informasi yang sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan kami karena memang sekarang jarang sekali ditemui remaja yang mencintai warisan budaya

    BalasHapus
  6. Bagus karya nya untuk mena bah informasi dan pengetahuan pembaca, tetap selalu kembangkan agar lebih terinspirasi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini